Lamunan-lamunan yang bias
Menutup mata sama saja membunuh waktu
Lalu detik-detik itu?
Membiru sudah bersama rindu
Daun-daun teh mengerti
Saat sebelumnya ada tawa di sekelilingnya
Kaki-kaki di antara bebatuan
Yang kegirangan menatap langit sore
Bunga putih kecil terjatuh
Angin meniup rintih-rintih suara sayu
Begitu besar kasih Tuhan
Hamparan hijau di bawah langit kelabu
Kemudian hempas serupa air
Lalu riuh berbisik ke telinga
Ini belum cukup, Sayangku
Semoga ada hari baik selanjutnya
Oleh: Randi Ari Nugraha S
No comments:
Post a Comment