Tidak biru. Tidak kelabu. Tidak sendu. Tidak baru. Tidak juga layu.
Hening tapi merdu. Lampu-lampu. Isyarat angin gigil yg baru saja berlalu.
Bergantung dua tiga mimpi-mimpi tertunda di pucuk cahaya lampu tua sebelah sana.
Ini kehendak. Ini mauku. Ini maumu. Ini maunya.
"Sudahlah! Ini cukup"
"Aku membiru, Sayangku."
"Perihal nanti, biar saja jadi nanti."
"Tanam saja jagung atau padi."
"Lekaslah pulang, ayahmu sudah lupa cara menyebut namamu."
Tiba-tiba bergetar gelombang suara telepon genggam.
"Tik tok tik tok"
Sudah pagi. Satu persatu dari kami pergi ke lembah tanpa gurau. Semoga kembali atau tak kembali atau mati atau tidak mati atau berjalan atau-atau berlari atau padi atau jagung atau ayah, ibu, adik, kakak, atau sudah, sudahi saja, menangis saja.
Oleh: Randi Ari Nugraha S
No comments:
Post a Comment