Ia menunggumu, menunggumu sambil rebah seluruh tubuhnya pada sebuah kursi oranye panjang di bawah pohon tua yang daun-daunnya menguning kecoklatan kemudian gugur karna angin pada sore yang meniupkan lembut namamu tepat di telinga kirinya sembari mencerna suara sendu burung gereja di telinga kanannya lalu menutup matanya yang mungkin kelelahan memandangi langit rabu yang terlalu sayu. Ia menunggumu.
Oleh: Randi Ari Nugraha S
No comments:
Post a Comment