Sedang apa? Bagaimana suasana hatimu?
Kenapa tak pernah kau biarkan aku tahu?
Mungkin karna aku pun tak pernah biarkan kau tahu.
Tentu saja karna aku pun tak pernah biarkan kau tahu.
Kali ini, akan kubiarkan kau tahu;
Aku mencintaimu. Mungkin.
Mungkin, karna aku pun tak mengerti. Melihat senyummu sama seperti melihat hamparan hijau dan jingga serta bunga-bunga kecil merona bersamanya. Aku suka. Aku menyukainya. Sangat. Amat. Aku cinta. Mungkin.
Kau kucintai. Tentu saja.
Tentu saja, karna aku mengerti. Hamparan hijau dan jingga serta bunga-bunga kecil merona bersamanya akan selalu jadi pujaanku. Aku suka. Aku menyukainya. Sangat. Amat. Aku cinta. Tentu saja.
Di antara kemungkinan dan kepastian yang kubuat-buat, aku hanya ingin kau mengerti; Aku tak pernah mencintai embun. Embun itu gigil, rindu tanpa temu, dan sesak yang terhirup lewat celah-celah udara sebuah pagi. Embun di matamu, yang basah di pelupuk matamu.
Berjanjilah, untuk selalu menjadi hijau serta jingga serta merona tanpa pernah menjadi embun.
Berjanjilah, untuk tidak menjadi gigil juga rindu juga sesak yang terhirup lewat celah-celah udara sebuah pagi..
Kau harus baik-baik saja.
Kau perlu baik-baik saja.
Karna aku mencintaimu, kau kucintai, mungkin, tentu saja.
Oleh: Randi Ari Nugraha S
No comments:
Post a Comment